Selasa, 10 Desember 2013

Aplikasi Bioinformatika dalam Akuakultur

APLIKASI PENANDA MOLEKULAR DALAM
PERIKANAN DAN BUDIDAYA PERAIRAN

Variasi genetik yang ada dalam suatu organisme merupakan komponen yang diperlukan dalam suatu spesies dan dapat meningkatkan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Variasi genetik yang muncul mengarah pada keragaman spesies maupum populasi. Data keragaman genetik diaplikasikan ke dalam penelitian konservasi, pengelolaan sumber daya alam dan program perbaikan genetik. Pengembangan penanda genetik molekular, penanda tersebut di gabungkan dengan perkembangan statistik yang baru sehingga dapat mengeksplor keragaman genetik. Berbagai penanda molekuler seperti protein, DNA, mt – DNA, mikrosatelit , SNP atau RAPD sekarang sedang digunakan dalam perikanan dan akuakultur. Tanda-tanda tersebut digunakan untuk penelitian budidaya seperti identifikasi spesies, variasi genetik dan perbandingan antara populasi liar dan hatchery.
1.      Aplikasi
            Selain penanda protein, penanda DNA merupakan penanda yang sudah diterima secara luas dalam genetika populasi. Penanda DNA dimanfaatkan variasi genetik di seluruh genom. DNA genomik dan mitokondria digunakan dalam bermacam aplikasi. Teknik ini sering digunakan adalah analisis allozyme, jenis polimorfisme panjang fragmen restriksi (RFLP), DNA polimorfik (RAPD), polimorfisme panjang fragmen (AFLP), mikrosatelit, polimorfisme nukleotida tunggal (SNP), dan penanda berurutan (EST ). Penanda molekuler diklasifikasikan ke dalam tipe penanda I dan tipe penanda II. Tipe penanda I terkait dengan gen dari fungsi yang diketahui, sedangkan tipe penanda II terkait dengan daerah genom anonim. Tipe penanda I berfungsi sebagai jalan untuk perbandingan dan transfer informasi genom dari spesies. Yang termasuk kedalam tipe penanda II yaitu seperti RAPDs, mikrosatelit, dan AFLPs, sedangakan tipe penanda I yaitu penanda allozyme.



2.      Penanda Allozyme
Penanda allozyme ini biasa digunakan dalam memeriksa populasi dan genetika pada ikan. Teknik ini cepat, murah dan memberikan perkiraan populasi ikan. Isohyet adalah bentuk molekul struktural berbeda dari sistem enzim dengan kualitatif fungsi katalitik yang sama dikodekan oleh satu atau lebih lokus (Markert et al., 1959). Isohyet yang dikodekan dari lokus gen yang sama dinamakan allozyme. Perbedaan asam amino dari polipeptida dapat merubah urutan DNA.
Protein yang dihasilkan tergantung pada sifat dari perubahan asam amino. Perbedaan frekuensi alel digunakan untuk mengukur dan membedakan populasi genetik. Kelemahan dari allozyme yaitu sering kali terjadi penumpukan DNA pada protein mengurangi tingkat variasi.
3.      Penanda Mitokondria
Mitochondrial DNA ( mtDNA ) merupakan analisis yang digunakan dalam populasi ikan dan survei filogenetik organisme. Mitokondria berakumulasi lebih cepat dibanding DNA inti. Tingkat mutasi lebih cepat dalam mtDNA disebabkan kurangnya mekanisme perbaikan selama replikasi ( Wilson et al., 1985). Analisis mtDNA telah terbukti berguna dalam menjelaskan hubungan antara spesies yang terkait erat . Bagian-bagian dari genom mitokondria diketahui berkembang pada tingkat yang berbeda (Meyer, 1993). Gen 16S rRNA dalam genom mitokondria adalah salah satu yang paling lambat gen berkembang. Molekul mtDNA dianggap sebagai lokus tunggal. Analisis mtDNA penanda telah digunakan secara luas untuk menyelidiki struktur tubuh di berbagai vertebrata termasuk ikan.
4.      Penanda RAPD
Penanda RAPD adalah produk yang diperkuat bagian kurang fungsional dari genom yang tidak bisa menerima seleksi pada tingkat fenotip. Daerah DNA tersebut dapat mengakumulasi mutasi nukleotida lebih dengan potensi untuk menilai diferensiasi genetik antar populasi (Mamuris et al., 2002). Keuntungan lain dari RAPDs yaitu sejumlah besar lokus dan individu dapat diputar secara bersamaan. Kekurangan dari jenis penanda yaitu kesulitan menunjukkan pewarisan Mendel lokus dan ketidakmampuan untuk membedakan antara homozigot dan heterozigot.  

5.      Polimorfisme Nukleotida Tunggal (SNP)
Polimorfisme nukleotida tunggal (SNP) yaitu polimorfisme yang disebabkan oleh mutasi titik yang menimbulkan alel berbeda. Sebuah SNP dalam lokus dapat menghasilkan sebanyak dua alel, masing-masing berisi satu dari dua pasangan basa mungkin pada letak SNP. Sekuensi DNA telah menjadi teknik yang akurat dan paling banyak digunakan untuk SNP.
6.      Penanda Mikrosatelit
Mikrosatelit cenderung merata dalam genom pada semua kromosom dan seluruh kromosom, akan tetapi sekuensi berlawanan dengan hal tersebut. Sekuensi gen ditemukan di daerah gen pengkodean. Kebanyakan lokus mikrosatelit relatif kecil.
7.      Perkembangan Penanda Baru dalam Perikanan dan Budidaya
Berbagai jenis penanda DNA telah dikembangkan, termasuk Allozymes, mikrosatelit, RAPDs, mt-DNA dan SNP. Tanda tersebut menunjukkan tingkat variasi genetik yang di edarkan pada genom ikan. Adapun inisiatif baru untuk mempercepat upaya pembangunan penanda DNA, pemetaan genom dan identifikasi spesies, yaitu (EST) dan pengembangan barcode DNA pada beberapa spesies budidaya.
8.      Penanda ESTs
Penanda berurutan digunakan untuk mengidentifikasi gen dan menganalisis respon dari suatu organisme, hal ini membantu untuk menganalisis secara cepat dalam jenis jaringan tertentu, kondisi fisiologis tertentu, atau selama tahap-tahap perkembangan tertentu. Untuk pemetaan genom , EST yang paling berguna untuk pemetaan dan pemetaan linkage fisik dalam genomik hewan.

 Untuk selengkapnya dapat dilihat pada linkberikut ini http://sjournals.com/index.php/SJAs/article/view/683

Tidak ada komentar:

Posting Komentar